Gadis Puitis

MyDreamStory. 

Aku Yaaa!!! Aku Si gadis puitis. Saat alunan Pena menciptakan syair-syair yang terbayang sosok pria tampan yang menutupi wajahnya seakan penuh kerahasiaan. Meski seperti itu aku kenal dia. Aku tahu pipinya merah merona. Dalam organisasi yang berbeda aku dan dia bernaung. Organisasi yang terikat satu sama lain. "Pria itu datang!!!  Dia datang ke arah ku". Gumam diriku. "Kenapa Pena tak beralun lagi? Tanganku gemetar dan dingin,  tanganku tak henti menatap dia.  Dia semakin mendekat.  Apaa dia menatap kearah ku  ? Gumamku lagi".  "Hiii!!!" Ucapnya melambaikan tangan mengajak berseri. Kini pipi ku yang merah merona. Aku merasa yakin dia melambaikan tangan kepadaku.  Mungkin ingin mengatakan sedang apa aku. Aku balas lambaiannya. Dia tersenyum ke arahku,  dia datang.. "Mau pulang bareng?." Anehh!! bola matanya jauh dari tatapanku.. "Ohhh tidak terima kasih,  aku di jemput oleh ayah". Aku menoleh,  hati ini patah jadi dua. Pria idamanku melambaikan tangan kepada sahabatku.. Kini penaku berpaling menatapku, penuh dengan tanda tanya. Apakah pria itu menyukaiku atau hanya pikiranku saja. Sehingga aku lupa dengan apa yang sedang aku kerjakan. Penaku bilang "Selesaikan dahulu apa yang kamu lakukan, lekas itu selesai. Lakukanlah yang lain. Kamu sedang menulis puisi, kenapa kamu berpaling?. Ayo lanjutkan dan terus berkarya. 

Komentar